[iKON On Crack Series] Asking Bobby

askingbobby

By: IJaggys

.

Asking Bobby

.

Humour | iKON On Crack

Bobby | Hanbin

In Related Stories With: 1 | 3 | 4 | 5

.

“Jadi bagaimana rasanya jatuh cinta?”

***

.

.

Saat melihat Bobby berteriak dengan senang, dia tahu bahwa Bobby berhasil membuat Cheonsa mengangkat sambungan facetime-nya menggunakan nomor ponselnya.

Hanbin duduk di salah satu sofa kesayangan miliknya yang berbentuk boneka Teddy Bear besar (salah satu aksesoris Polly Pocket yang sangat di gemarinya). Dia menatap Bobby yang mulai membuka bajunya, dan kembali membuat pertunjukan ototnya untuk Cheonsa yang lebih tertarik dengan dinding di atasnya.

Dia membawa setidaknya sepuluh boneka Polly Pocket kesayanganya, dan mulai menata rambut-rambut mereka dengan penuh kasih sayang, tapi di saat yang sama dia masih menaruh sedikit perhatianya kepada Bobby yang tengah melayangkan dirty jokes untuk Cheonsa.

“Aku rasa, aku jatuh cinta. Jatuh cinta kepada model lipbalm itu.”

Bobby mengucapkanya dalam bahasa yang paling sederhana. Dia jatuh cinta. Bobby tidak menggunakan bahasa yang sulit untuk menggambarkan perasaanya kepada gadis yang di sukainya, dia tidak membuat seribu kata kiasan yang membuat kepala setiap orang berdengung mendengarnya.

Sepanjang hidupnya, dia hanya mencintai Polly Pocket dan Hanbyul—Adik tercintanya yang mengenalkanya kepada indahnya dunia Polly Pocket. Dia tidak pernah mengerti arti jatuh cinta yang sebenarnya.

Berbeda dengan Bobby, si predator wanita itu—selalu berusaha untuk menarik perhatian setiap gadis dengan kelakuan ekstranya. Sebut saja, bertelanjang dada, dan melayangkan dirty jokes kepada setiap gadis adalah keahlianya.

“Kau tahu baby, aku sangat rindu kepadamu. Kemarin aku tidak bisa bernafas dengan baik karena kau tidak membalas pesanku. Kemarin aku merasa separuh jiwaku pergi karena kau tak kunjung mengangkat telefonku. Aku rindu, rindu yang menyakitkan.”

Hanbin merasa mual hanya dengan mendengar kata picisan milik Bobby. Jika dia bisa berteriak, dia akan berteriak sekeras mungkin agar Cheonsa tahu bahwa kemarin, si busuk Bobby bernafas dengan sangat baik, makan enam kali sehari, memutar video dewasa sebanyak 17 kali, dan menelfon gadis lain sebanyak 28 kali.

Benar-benar busuk, bukan?

Tapi tetap, dia hanya terbatuk dan membiarkan si busuk Bobby melancarkan aksinya—hanya karena dia tahu, seberapa besar Bobby menginginkan model lipbalm itu untuk menjadi kekasihnya. Bagi Bobby gadis-gadis yang di hubunginya hanyalah sebatas dayang-dayang, dan Cheonsa adalah permainsuri yang sebenarnya.

Hanbin melirik ke arah ponselnya, dari kejauhan dia bisa melihat wajah Cheonsa yang menatap Bobby dengan penuh rasa jijik.

“Kau tentu sadar bahwa Cheonsa benar-benar tidak menginginkan pria busuk sepertimu, bukan?” dia tidak bisa menahanya lagi, setelah Bobby mulai menunjukan aksi melompat di udara dengan satu tangan.

“Tidak. Cheonsa sangat menginginkan tubuhku. Dia tidak sabar menunggangi tubuhku.” Bobby tersenyum nakal ke arah Cheonsa di iringi gerakan tanganya yang memberikan tanda tidak pantas, sebelum gadis itu berteriak kesal di balik layar ponsel Hanbin.

“Aku bersumpah—jika kau melakukan hal-hal yang menjijikan lagi, aku tidak akan pernah mengangkat nomor siapapun lagi.” 

Bobby menatap gadis pujaanya yang mulai termakan emosi, berhubungan denganya, dia berbisik ke arah Hanbin yang masih mengamati pembicaraan mereka.

“Gadis itu benar-benar menginginkan tubuhku di atas tubuhnya. Kau bisa melihatnya, bahwa dia sangat tertarik kepadaku.”

Sekarang dia benar-benar tidak mengerti bagaimana cara berkerja otak si busuk Bobby. Cheonsa jelas-jelas menolak cintanya, gadis itu bahkan tidak pernah membalas pesanya atau mengangkat telefonya.

Baby, aku tidur dulu. Aku akan menghubungimu lagi, jika kau merindukanku—pintu apartemenku terbuka lebar untukmu, dan kau bebas menunggangi tubuhku.” Bobby mengecup layar ponsel Hanbin dengan penuh cinta, tanpa memperdulikan bahwa Cheonsa telah memutuskan sambungan mereka terlebih dahulu—mungkin karena Cheonsa sudah terlalu malas untuk mendengar kata-kata sampah dari si busuk Bobby.

“Terimakasih pinjaman ponselnya. Kau baik sekali, semoga Polly Pocket-mu bisa bermain di video dewasa. Aku akan memberikan undangan kepada Polly Pocket-mu ketika aku menikah dengan Cheonsa nanti.”

Hanbin menatap Bobby dengan garang, tapi dia kembali teringat dengan pertanyaanya tadi.

“Apa yang membuatmu berpikir bahwa Cheonsa juga menginginkanmu?”

Bobby menatap wajah Hanbin untuk beberapa saat, dia kemudian tersenyum—jenis senyuman buruk rupa yang selalu berhasil menarik semua gadis kepadanya, bahkan hingga Hanbin tidak bisa menyaingi pesona yang dimiliki oleh senyuman Bobby.

“Mungkin aku hanya mengetahuinya, bahwa jauh di dalam sana—aku telah menempati bagian terkecil di dalam hatinya. Kau tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaimu, tapi kau bisa melakukan sesuatu untuk merubah semua itu, dan bagiku itu semua sudah cukup—mengetahui bahwa aku telah berada disana, di bagian terkecil dalam dirinya.”

Hanbin tidak menyangka bahwa Bobby akan mengeluarkan kata-kata yang lebih bagus dari yang dia pikirkan.

“Jadi bagaimana rasanya jatuh cinta?”

Mungkin itu adalah pertanyaan terpolos yang pernah di utarakan oleh Kim Hanbin. Bobby menatap sahabatnya dengan tertarik, sahabatnya itu bahkan masih memeluk sepuluh Polly Pocket-nya dengan penuh kasih sayang, dan mungkin Hanbin tidak pernah mengetahui bagaimana indahnya lekuk tubuh wanita.

“Mungkin rasanya sama seperti ketika Junhoe mencuri salah satu boneka Polly Pocket-mu, karena dia diam-diam telah jatuh cinta dengan Polly Pocket milikmu.”

Bobby menjawab dengan tenang, dia membalikan tubuhnya dan berjalan ke arah kamarnya seraya tersenyum puas. Di dalam pikiranya dia membuat sebuah hitungan mundur dari angka lima.

Lima..

Empat..

Tiga..

“YA!! SILUMAN RACUN ULAR MURAHAN!! BERANI-BERANINYA DIRIMU MENCURI SALAH SATU BONEKA POLLY POCKETKU!! YA!! GOO JUNHOE MURAHAN!!”

Dan hitunganya berakhir di angka tiga sebelum dia mendengar suara jeritan histeris Hanbin di luar sana.

Mungkin suatu saat nanti Kim Hanbin akan menemukan cintanya. Mungkin suatu hari nanti Hanbin akan berlari ke arahnya dan berkata bahwa dia telah jatuh cinta. Tapi Bobby tahu bahwa hari-hari itu masih jauh, dan hingga waktunya tiba, dia akan membiarkan Kim Hanbin mencintai Polly Pocket dengan seluruh jiwanya.

Bobby mencium foto Cheonsa yang berada di cover lipbalm hasil curianya dari kamar Yunhyeong. Kini dia bisa tertidur dengan tenang, mengetahui bahwa malam ini nyawa Goo Junhoe tidak akan selamat.

“GOO JUNHOE KEMBALIKAN POLLY POCKET-KU SEKARANG! ATAU AKU AKAN MEMBAKAR KOLEKSI BUKU GAMBAR THE LITTLE MERMAID-MU!”

Kim Hanbin tidak akan pernah berubah.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

A/N: Hi! sorry for this 15 minutes and half-crap x hope you guys enjoying this iKON on Crack series as I am. Comments/reviews are greatly appreciated 🙂

.

Here’s the visual of the love of live Bobby aka Han Cheonsa aka the dirty jokes-victim aka cinta bertepuk sebelah tangan

tumblr_nuejhu7KU31u5taugo3_1280

xo

@IJaggys

Advertisements

4 thoughts on “[iKON On Crack Series] Asking Bobby

  1. sssaturnusss says:

    Sepanjang aku baca, seingat aku belum ada penjelasan tentang kenapa Hanbin bisa cinta bgt sama Polly Pocket ? Ahhhh ternyata itu virus dari adiknya yah :’) kasiaann wkwkwkwkwk

    Aku pikir ini akan jadi perbincangan normal Double B tentang cinta .. Tapi, Si Bobby malah hancurin semuanya -_- elaahhhhh

    Like

  2. natasya says:

    “dan hingga
    waktunya tiba, dia akan membiarkan Kim Hanbin
    mencintai Polly Pocket dengan seluruh jiwanya.”
    ㅋㅋㅋㅋ

    Like

  3. Chocobi says:

    Mereka benar benar terlihat bodoh dri part awal smpe akhir
    Tpi karna kebodohan itu cerita ini menjadi sangat mena

    Woah keep writing thor,dpt hug and kiss dari aku deh
    Wahaha mumumu #digeplakauthor

    Like

  4. Chocobi says:

    Keren sma lucu ni ff
    Aku suka dri awal aku smpe cekikikan ga jelas
    Bingung mau komen apa thor
    Keep writing yah,dpt hug and kiss deh dri aku,
    Aku udah pke lipblam lo hahah #digeplakauthor

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s