[iKON On Crack Series] Duckling Taylor

duckling taylor

Written By: IJaggys

Duckling Taylor

Bobby | iKON Members | Han Cheonsa

iKON On Crack Series | Humour

In Related Stories With: 1 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8

.

“Putri Duyung memang sangat seksi.”

.

***

Yunhyeong tersenyum lebar ketika membuka pintu apartemen mereka dan menemukan Han Cheonsa disana dengan satu kotak besar berisi lipbalm untuk dirinya, untuk Taylor maksudnya.

“Kau sangat baik sekali Cheonsa, apa kau ingin mampir?” Yunhyeong menunjuk ke ruang tengah apartemen mereka yang sepi, benar-benar sebuah pemandangan langka yang terjadi dalam seribu tahun.

Hanya ada beberapa boneka Polly Pocket milik Hanbin yang tergeletak di lantai, dan buku seri mewarnai edisi The Little Mermaid milik Junhoe yang tidak pernah terselesaikan.

“Tidak, aku hanya mengantarkan ini. Kau bisa memberitahuku jika ada produk lipbalm yang Taylor butuhkan.” Sebesar Yunhyeong tersenyum manis untuk menutupi kebohonganya, tapi Cheonsa tahu bahwa puluhan lipbalm itu akan berakhir di bawah tempat tidur Yunhyeong.

“Taylor! Lihat siapa yang akan menemanimu selama aku pergi, model lipbalm!” Chanwoo entah datang darimana dengan Taylor di dalam gendonganya, dia dengan santainya memindahkan Taylor ke dalam tangan Cheonsa—membuat model lipbalm itu hampir berjerit histeris karena Taylor berusaha mematuk wajahnya.

“Taylor jangan begitu, sudah aku bilang model ini bukan gadis simpananku. Dia milik Bobby Hyung—ngomong-ngomong Noona baik sekali, kau kesini untuk menjaga Taylor bukan?” Chanwoo menaruh syal berwarna merah ke leher Taylor, dia tidak membiarkan Cheonsa untuk berbicara.

“Aku memang khawatir jika Bobby Hyung mengawasi Taylor, Noona tahu kan—bahwa si buruk rupa itu terkadang sangat bodoh? Suatu hari dia membiarkan Taylor menyebrang di zebra-cross, itu melanggar lalu lintas karena Taylor baru berusia satu bulan.”

Cheonsa menatap Chanwoo dengan bingung, dia tidak menguasai keadaan. Yunhyeong hanya tersenyum manis, dan sibuk memasukan beberapa lipbalm ke dalam saku jaketnya secara diam-diam.

“Kita harus pergi, hari ini Polly Pocket milik Hanbin Hyung ikut dalam pagelaran fashion show di Toys R Us. Toko mainan itu sungguh tidak professional, dia melarangku membawa Taylor karena dipikirnya Taylor itu binatang—padahal Taylor itu malaikat kecilku!”

Yunhyeong menepuk-nepuk bahu Chanwoo yang masih termakan emosi karena dia harus di pisahkan dari Taylor untuk beberapa waktu.

“Kita harus pergi sekarang, Hanbin sangat menyebalkan jika kita tidak hadir tepat waktu untuk mendukung Polly Pocket-nya.” Yunhyeong mendorong tubuh Chanwoo dari sana, tanpa memperdulikan adegan dramatis Chanwoo yang melambaikan tanganya kepada Taylor dengan harus.

“Cheonsa, kau bisa menjaga Taylor dan Bobby, bukan? Bobby tidak ikut karena dia harus menyelesaikan permainan The Little Mermaid di level terakhir—Junhoe yang memaksanya, si kampungan itu tidak bisa menyelesaikan games itu selama lebih dari tujuh bulan.”

Yunhyeong menjelaskanya dengan terburu-buru, dia menutup pintu apartemen itu di iringi teriakan Chanwoo yang memanggil nama Taylor. Kini dia kembali terjebak dengan mereka—dan Taylor.

Cheonsa menatap Taylor yang berada di pelukanya untuk beberapa saat, sebelum dia menarik nafasnya dengan berat dan membuka pintu kamar Bobby.

“Hey Babe, aku telah mendengar suaramu sejak tadi. Oh—bisakah kau memberikan susu kedelai untuk Taylor? Susunya berada di gelas berbentuk bebek.” Bobby menunjuk ke arah meja tanpa mengalihkan pandanganya dari tokoh putri duyung yang tengah di mainkannya.

Cheonsa bahkan harus mengedipkan matanya selama beberapa kali, ketika kehadiranya tidak lagi menjadi pusat perhatian Bobby. Dengan wajah yang tertekuk, Cheonsa mengambil gelas itu dan membiarkan Taylor menikmati susu kedelainya dengan tenang.

Dari lima belas menit hingga empat jam, Bobby masih mengabaikanya. Taylor bahkan sudah tertidur di dalam pelukanya, dan dia telah menghabiskan empat buku cerita tentang The Little Mermaid yang di ambilnya dari ruang tengah—tapi tetap, Bobby masih belum menolehkan wajahnya kepada Cheonsa.

Hal itu cukup membuat sang model lipbalm merasa jengkel. Dia merasa di sisihkan oleh putri duyung bodoh itu, dan Bobby bahkan tidak berusaha membuka satu pembicaraan seperti yang selalu dia lakukan. Satu-satunya hal yang Bobby katakan selama empat jam adalah; “Putri Duyung memang sangat seksi.”

Mereka memang belum berpacaran—lupakan tentang kejadian saat dia mengaku bahwa Bobby adalah kekasihnya. Selama ini Bobby hanya akan menggodanya dan mengirimkan puluhan foto topless-nya, tapi Bobby tidak pernah membuat gerakan yang lebih.

“Aku akan pulang. Aku tidak ingin menganggu kencanmu dengan Putri Duyung itu.” Cheonsa menaruh Taylor ke tangan Bobby, dan mengambil tas-nya. Bobby menatap itu dengan senang. Model lipbalm kesayanganya, merasa cemburu dengan kehadiran Putri Duyung—itu adalah kebahagiaan yang sebenarnya.

Ketika Cheonsa akan membuka pintu kamar, dia merasakan Bobby memeluknya dari belakang.

“Jika kau ingin pulang, jangan lupa kunci pintunya.” Bisiknya dengan tenang sebelum melepaskan pelukan mereka, dan membuat model lipbalm itu menatapnya dengan tidak percaya.

“Aku harus tidur siang. Taylor tidak bisa tidur siang sendirian.” Bobby memindahkan Taylor ke atas tempat tidurnya, sebelum ikut berbaring dan mengecup kepala anak bebek itu dengan mesra.

Bobby membiarkan Cheonsa berdiri disana dengan wajah kesal setengah mati.

“Aku berada disini, menunggumu bermain dengan Putri Duyung bodoh itu selama lebih dari empat jam, dan kini kau lebih memilih menemani Taylor tidur siang?!” model lipbalm itu akhirnya meledak juga, dia melempar boneka kumal berbentuk Winnie The Pooh ke wajah Bobby.

“Terimakasih kunjunganya, dan terimakasih telah mengambilkan Winnie-ku.” Jawab Bobby dengan senyuman manisnya, sebelum dia memejamkan matanya—dan beberapa detik kemudian dia merasakan seseorang berada di atas tubuhnya lalu menjambak rambutnya.

“Dasar pria buruk rupa tidak tahu diri! Aku bisa mendapatkan seribu pria yang lebih tampan dirimu—aku membatalkan pemotretanku untuk berada disini, dan aku membiarkan Taylor merusak rambutku dan—“

Kata-kata Cheonsa terhenti ketika Bobby mengecup bibirnya dengan lembut.

“Terimakasih telah berada di atas tubuhku, kau telah mengabulkan impian terbesarku selama ini—kau berada di atas tubuhku. Aku sangat mencintaimu.” Bisik Bobby dan kali ini ciumanya jauh lebih lembut dari yang sebelumnya, membuat kemarahan Cheonsa menguap entah kemana.

Dia menatap wajah Bobby untuk beberapa saat, dia tahu dia akan melakukan sesuatu yang bodoh saat menatap senyuman pria itu. Dia tahu dia akan melakukan sesuatu yang memalukan, dan membuat pria itu bersorak untuk sepanjang hidupnya.

Cheonsa mendekatkan wajahnya ke arah Bobby, dan dia mencium pria itu dengan lembut. Sebuah ciuman yang membuat Bobby terbang ke langit ke tujuh, kini Bobby membiarkan Cheonsa memimpin permainan, sebelum dia bisa mendengar suara derit pintu dan teriakan tidak percaya dari teman-temanya.

“ASTAGA! MODEL LIPBALM ITU BERADA DI ATAS TUBUH SI BURUK RUPA!” Jerit Hanbin dengan tidak percaya, satu tanganya menutup mata boneka Polly Pocket-nya.

“TIDAK! TAYLOR! MENGAPA KALIAN MELAKUKAN ADEGAN DEWASA INI DI DEPAN MATA MALAIKAT KECILKU YANG SUCI?! TAYLOR JANGAN KHAWATIR, KAU TIDAK BERDOSA!” Chanwoo memeluk Taylor erat dengan wajah terlukanya.

“YA!! MENGAPA KAU LEBIH MEMILIH MODEL LIPBALM ITU DIBANDINGKAN PUTRI DUYUNGKU? YA!! MENGAPA PUTRI DUYUNGKU TEWAS?!!” Junhoe berlari dengan panik ke arah layar tv dengan tulisan ‘Game Over.’ di dalamnya.

“HEY YUNHYEONG CEPAT REKAM INI! CHEONSA BERADA DI ATAS TUBUHKU! AKU AKAN MEMASUKAN VIDEO INI KE SITUS DEWASA!” Kali ini Bobby yang berteriak dengan semangat, yang di balas oleh blitz kamera dari ponsel Yunhyeong, membuat Cheonsa menatapnya dengan sadis dan—

“CHEONSA SAYANG BERHENTI MENAMPAR BIBIRKU! KAU TADI MENCIUM BIBIR INI DENGAN PENUH KASIH SAYANG!”

“TAYLOR! JANGAN TINGGALKAN AKU! AKU MASIH MENYAYANGIMU! KAU TIDAK AKAN BERAKHIR DI SITUS VIDEO DEWASA!”

Donghyuk dan Jinhwan menatap semua itu dari kejauhan, mereka saling menatap satu sama lain sebelum menarik nafas secara bersamaan dan menutup pintu kamar itu dengan tenang.

Sungguh manusia-manusia kampungan.

.

.

-FIN-

.

.

.

NOTICE: No part of the materials including stories or photos, available on this series may be copied, plagiarized, copycatted, reposted, and reproduced, in whole or in part, without specific permission from IJaggys.

Reposting is stealing if the Author of it’s own does not approve the legal act of reposting someone’s work. Yesterday, I found my works ‘iKON On Crack Series’ on someone’s twitter without credit or link source. She posted my fic there along “Polly Pocket”, “Bad Hair Day”, “Saving Diary Junhoe”, and “Seeking Advice” without credit at all, which is why make my blood boil with anger.

I’ve been through so much this act of plagiarism and reposting and all, I had enough on my plate already. People often plagiarized my works and I just want you to know that stealing someone’s work doesn’t make you any better 🙂

Last, comments and reviews are greatly appreciated!

xo

@IJaggys

Advertisements

3 thoughts on “[iKON On Crack Series] Duckling Taylor

  1. sssaturnusss says:

    Aku baru manyadari sesuatu . ternyata bukan hanya Donghyuk yang normal . Jinhwan juga, syukurlah :’) dan Cheonsa yang terjebak hahaha

    Like

  2. natasya says:

    cheonsa cemburu sama putri duyung dn bebek nya chanwoo
    aku gak tau kenapa .kk author bisa bikin ikon yg keren Nan tampan cakep membahana badai bisa sampe jdi seabsur ini, tapi sumpah ini keren abis.
    ff series ini bakal masuk jdi salah satu list ff kesayangan,ㅋㅋㅋ

    Like

  3. Chocobi says:

    Astaga akhirnya cheonsa berakhir d pelukan siburuk rupa bobby
    Muahaha kasian dia harus terikat dgn orang2 konyol seperti itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s