[iKON On Crack Series] Saving Diary Junhoe

savingdiaryjunhoe

ByIJaggys

.

Saving Diary Junhoe

.

Hanbin | Bobby | Junhoe

Humour | iKON On Crack

In Related Stories With: 1 | 3 | 4

.

“Bantu aku mengupas misteri laptop baru, milik si murahan Junhoe.”

***

Goo Junhoe membeli sebuah laptop baru, dan dia tidak bisa berhenti menceritakanya. Junhoe memulai semuanya dengan dia membawa satu kotak besar berwarna hitam, dan mengunci dirinya di dalam kamar selama lebih dari lima belas jam.

Tidak ada satupun dari mereka yang telah melihat laptop barunya—selama ini mereka hanya akan mendengar Junhoe membual, tentang bagaimana laptopnya bisa memberikan pesan virtual dan meniru suara berbagai hewan.

Dimana Hanbin tidak mempercayainya.

Baginya, Junhoe adalah pembohong ulung yang suka membual. Dia tidak akan pernah mau kalah, terutama dengan Hanbin. Dulu dia pernah berkata bahwa salah satu koleksi Polly Pocket Hanbin ternyata palsu, dan membuat Hanbin meraung kepada Ibu-nya karena telah memberikanya Polly Pocket tiruan. Dimana Junhoe hanya membual untuk membuat Hanbin menderita.

Kini ketika Junhoe memulai bualannya, Hanbin telah datang dengan sebuah rencana menarik yang telah dipikirkannya. Hanbin menarik Bobby yang tengah asik melayangkan dirty jokes kepada Cheonsa—model lipbalm pujaan hatinya, melalui facetime dari ponsel Jinhwan.

Alasanya, karena Cheonsa tidak pernah mengangkat telefon dari Bobby sehingga pria itu harus menghubunginya dengan nomor yang lain, dan kini Cheonsa terjebak dengan gurauan Bobby tentang ranjang dan alat kelamin. Tipikal Bobby.

“Bantu aku mengupas misteri laptop baru, milik si murahan Junhoe.” Hanbin mulai merajuk ke samping Bobby, mengenyahkan fakta bahwa Bobby kini tengah bertelanjang dada, dan mempamerkan abs serta ototnya kepada Cheonsa yang sepertinya lebih tertarik dengan pemandangan poster Polly Pocket milik Hanbin di belakang Bobby.

“Tidak bisa, sedang sangat sibuk. Cheonsa masih menginginkan tubuhku.”

Sejauh letak ponsel Jinhwan berada, Hanbin masih bisa mendengar suara mual dari Cheonsa ketika Bobby mengatakan hal itu. Hanbin mulai menekuk wajahnya, ini adalah waktu yang sangat tepat semenjak si murahan Junhoe tengah membeli es krim dan lipbalm bersama Yunhyeong.

“Kau tentu sadar bahwa Cheonsa tidak menginginkan tubuhmu, bukan?”

Hanbin masuk ke dalam frame kamera ponsel Jinhwan, sehingga Cheonsa tersenyum lega seakan berterimakasih karena Hanbin telah menyuarakan pikiranya selama ini.

“Kau tentu sadar bahwa model lipbalm secantik dia, tidak akan mau berakhir dengan pria buruk rupa sepertimu, bukan?” kini Hanbin mulai menjadi dirinya sendiri, dia melihat Cheonsa tertawa di ujung sana tanpa memperdulikan Bobby yang masih melakukan gerakan push-up dengan satu tangan untuk membuat gadis itu terpukau.

Bobby menghentikan kegiatanya, dia menatap Cheonsa yang tertawa di dalam layar ponsel dan Hanbin yang telah kembali menyisir rambut Polly Pocketnya.

“Kau tentu sadar bahwa pria normal tidak akan menyisir rambut Polly Pocket, bukan?”

Dimana kata-kata Bobby membuat Cheonsa tertawa lebih keras dan tendangan yang melayang dari Hanbin. Setelah melalui lima menit penuh penderitaan dari Hanbin, karena Bobby telah menghina Polly Pocket-nya, Bobby akhirnya setuju untuk membantu Hanbin menggeledah kamar Junhoe.

Baby, aku pergi dulu. Jika aku tidak kembali dalam lima menit, segera hubungi polisi—karena mungkin sesuatu yang buruk telah terjadi. Baby—aku hanya ingin kau tahu, jika ini adalah pembicaraan terakhir kita—ketahuilah, bahwa tersenyumlah karena semua ini terjadi, bukan menangis karena semua ini berakhir.”

Itu adalah kata-kata terakhir dari Bobby sebelum dia mematikan sambungannya dengan Cheonsa, dimana Hanbin hampir memuntahkan isi perutnya ke wajah Bobby hanya untuk menyadarkan bahwa dia sungguh kampungan.

Kini mereka telah berhasil masuk ke dalam kamar Junhoe, dengan bantuan kunci cadangan milik Donghyuk yang sepertinya terlalu malas untuk bertanya apa yang akan mereka lakukan di dalam kamar Junhoe.

“Apa laptopnya sepadan dengan nyawaku? Begini, Cheonsa telah menungguku, aku tidak ingin dia kecewa karena tidak bisa melihat abs-ku lagi.” Entah sejak kapan Bobby menjadi manusia kampungan yang sesungguhnya.

Hanbin memutarkan matanya dengan tidak perduli. Cheonsa bahkan menolak telefonya, dan Bobby masih tidak menyadari cintanya bertepuk sebelah tangan. Hanbin terus mencari di setiap sudut kamar Junhoe yang dipenuhi oleh tempelan The Little Mermaid.

Sstt!”

Bobby menunjuk ke arah laci meja yang sedikit terbuka, dia membuat gerakan bahwa dia menebak bahwa laptop misterius itu berada disana. Dengan sigap Hanbin berlari ke arahnya, di dalam pikiranya dia akan membongkar semua rahasia yang di miliki Junhoe di dalam laptop itu.

Hanbin menarik laci itu dalam satu gerakan—hanya untuk menemukan Bobby tertawa histeris di belakangnya. Dia menarik laptop mainan berwarna merah muda terang dengan tempelan stiker Unicorn di depanya, dan menatapnya dengan tidak percaya.

“Ini laptop baru Junhoe! Astaga! Aku pikir laptopnya akan berisi ratusan video dewasa! Ternyata dia sama menjijikanya sepertimu!”

Bobby masih tidak berhenti tertawa, dia memukul-mukul bahu Hanbin yang masih menatap laptop mainan itu dengan serius.

“Aku yakin di dalam sini, dia menyimpan sesuatu yang busuk. Sejujurnya aku bisa mencium kebusukanya.” Hanbin bersuara seperti seorang detektif professional di pinggiran kota London, dan Bobby adalah partner-nya yang bodoh juga menyebalkan.

“Astaga Kim Hanbin! Ini hanya laptop mainan! Di dalamnya bahkan tidak bisa menyimpan satu video dewasa hingga habis.” Bobby menunjuk lambang Unicorn berwarna merah muda terang disana.

Hanbin tidak menyerah, selama lebih dari lima belas menit dia berusaha menyalakan laptop mainan itu hingga mengoperasikanya—ketika Bobby sudah tidak tertarik lagi, dan dia hampir menyerah, dia bisa mendengar suara rekaman Junhoe dengan latar belakang musik Barbie Girl terputar dari laptop mainan itu.

“Dear Diary, ini adalah diary pertamaku di laptop ini. Aku membeli laptop ini untuk kalian mendengarkan curahan hatiku—hal-hal seperti mengapa aku terlahir sangat tampan? Atau mengapa rambutku sangat indah, aku akan membahasnya.” 

Hanbin dan Bobby mendengarkanya dengan sungguh-sungguh, tanpa menyadari bahwa Junhoe baru saja membuka pintu utama dengan es krim di tanganya.

“Tapi hari ini aku akan membahas tentang Polly Pocket. Iya, boneka karet menjijikan itu. Sungguh kampungan, siapa yang mau membeli boneka karet berbahan kimia itu? Oh tentu saja, kecuali Kim Hanbin—si maniak yang tidak pernah tahu bahwa ada The Litte Mermaid di dunia ini. Aku tahu mereka memiliki kesamaan—sama-sama kampungan—“

Pintu kamar itu akhirnya terbuka dengan Junhoe yang terkejut karena harta karunnya di ganggu. Sementara Hanbin sudah menatap Junhoe penuh maut, dan dengan perlahan Bobby memilih untuk masuk ke dalam lemari besar yang berada disana—memikirkan kata-katanya untuk Cheonsa tadi, dia masih ingin hidup.

Lalu beberapa detik kemudian Bobby bisa mendengar jeritan Hanbin dan teriakan Junhoe di luar sana.

“APA YANG KAU KATAKAN TENTANG POLLY POCKETKU?! DASAR KAU SILUMAN ULAR BUSUK!!”

“ARRRGHHHH!!! BERHENTI MENJAMBAK RAMBUT INDAHKU, DASAR KAU SPESIES JELATA BERACUN!!”

Dan pertengkaran itu tidak bisa di hindarkan, dimana Bobby lebih memilih untuk tidur di dalam lemari, memimpikan Cheonsa di atas tubuhnya—menunggu hingga pertarungan dua mahluk kampungan itu berakhir di luar sana.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

A/N: Hi! I’m back with Polly Pocket series. Jadi ini ceritanya dibuat setelah aku baru aja beli mainan (salah satu aksesoris Polly Pocket) namanya My Own Leaptop, dimana laptop mainan itu bisa rekam suara, terus niruin suara hewan, dan ngasih makan Unicorn which reminds me a lot about Polly Pocket Hanbin featuring Junwhore lol comments/reviews are greatly appreciated! p.s sorry for the leak story u.u

Here’s Junhoe’s leaptop aka IJaggys’s leaptop lol

 

myownleaptop

xo

@IJaggys

Advertisements

4 thoughts on “[iKON On Crack Series] Saving Diary Junhoe

  1. sssaturnusss says:

    Sumpah laahhhh mereka ngga normal tapi sialan bodor wkwkwkwkwkwk aku pengen pindah ke apartemen mereka dooongg .. Jadi tetangganya juga aku mauuuuuu T_T hidup aku akan selalu terasa muda bareng mereka kayaknya hahahahahahaha

    Like

  2. natasya says:

    wat de fak-_- aku kira laptop nya junhoe macpro or something like that.
    but what…what the fuck -_-
    the little mermaid?
    #ripbobby

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s