The Most Selfless Thing Ever

themosta

The Most Selfless Thing Ever

Written By IJaggys

Kim Jiwon [Bobby] | Kim Hanbin [B.I] | Han Cheonsa [OC]

Vignette [1000 Words] – Romance – Relationship

.

Mengapa wanita tetap bertahan dengan pria yang jelas-jelas memiliki puluhan wanita lain di belakangnya?

.

***

Mengapa wanita tetap bertahan dengan pria yang jelas-jelas memiliki puluhan wanita lain di belakangnya?

Ini adalah sudut pandang dari kaca mata Kim Hanbin. Saat sahabatnya, Bobby berkata bahwa dia baru saja bertemu dengan seorang wanita berwajah manis yang ditemuinya di ruang rapat mereka pagi ini.

Lalu bagaimana dengan kekasihnya?

Ketika Hanbin menanyakan hal itu, Bobby hanya tersenyum bangga dan berkata bahwa kekasihnya sangat mempercayai dirinya. Masalahnya, hubungan Bobby dan kekasihnya sudah berada di dalam tahap—dimana jika kekasihnya meninggalkanya, maka Bobby akan mengubur dirinya sendiri.

Perlu di tekankan bahwa dalam hubungan ini Bobby adalah sisi yang sangat membutuhkan kehadiran Han Cheonsa (nama dari kekasih sahabatnya). Bobby akan selalu menjadi pria yang penurut jika berhadapan dengan Cheonsa, kecuali masalah wanita.

Sahabatnya itu memiliki masalah yang serius dengan semua wanita simpananya di belakang Cheonsa. Sebenarnya Bobby tidak selingkuh—atau dia menjelaskanya seperti itu. Karena Bobby berpikir selama dia tidak tidur dengan wanita lain, maka dia belum menyelingkuhi kekasihnya.

Tidur yang di maksud Bobby adalah jenis tidur yang menyenangkan.

Selama ini Bobby hanya menghabiskan waktunya bersama wanita lain, murni untuk melepaskan penat. Jadi Hanbin sering menyimpulkan bahwa kehadiran Cheonsa tidak cukup untuk membuat Bobby melupakan penatnya. Dia bilang Cheonsa adalah jenis wanita yang menimbulkan penat.

Cheonsa adalah jenis wanita yang membuat kepala setiap pria berdengung dengan semua karakternya.

Itu yang memusingkan, benar-benar membuat Hanbin pusing. Jika Cheonsa adalah jenis wanita yang menimbulkan penat, dan Bobby lebih memilih puluhan wanita cadanganya untuk menemaninya makan malam—mengapa mereka masih bersama? Di dalam satu titik hubungan seharusnya Bobby dan Cheonsa sudah berpisah sejak lama.

“Ini hanya masalah prinsip. Bukan berarti aku tidak mencintainya walaupun kita berbeda prinsip.”

Itu adalah kata-kata yang di katakan sahabatnya setiap kali Hanbin bertanya mengapa mereka tidak memutuskan untuk berpisah saja. Sekarang Hanbin benar-benar tertarik dengan hubungan sahabatnya dan Cheonsa, pertanyaan pertama selalu melintas di dalam kepalanya.

Mengapa wanita memutuskan untuk bertahan dengan pria yang bermain di belakangnya?

Kasarnya seperti itu, karena sekali lagi Bobby selalu menegaskan bahwa dia tidak pernah berselingkuh dari Cheonsa. Hal-hal seperti makan malam, menghabisi akhir pekan, dan bermanja-manja dengan wanita lain adalah hal yang normal untuk dirinya.

“Apa Cheonsa tidak akan marah jika aku datang bersamamu dan menganggu anniversarykalian?” kehadiranya malam ini adalah ulah Bobby yang memaksanya menginap di apartemenya, untuk menyaksikan pertandingan bola dari tim kesayangan mereka yang akan tayang dini hari nanti.

“Tidak. Dia tidak perduli dengan anniversary. Dia hanya perduli apakah aku membawa es krim pesananya atau tidak.” Bobby mengangkat satu bucket es krim di tangan kananya.

Menurut Bobby, hubunganya dan Cheonsa telah melewati fase picisan dimana anniversary dan kata romantis adalah hal yang begitu menjanjikan untuk mereka berdua. Mereka telah melewati fase tersebut, dan Bobby sedikit bersyukur karena Cheonsa bukanlah wanita sensitif yang memaksanya untuk mengingat tanggal anniversary mereka setiap bulanya—atau lebih parahnya, setiap minggunya.

“Sebenarnya, kau itu mencintai Cheonsa atau tidak?” Hanbin tidak tahan menahan pertanyaanya lagi. Bobby menatapnya dengan tertarik lalu tertawa kecil, jenis tawa yang selalu di bencinya karena dia tidak pernah memiliki tawa semenawan Bobby, walaupun Bobby selalu mengeluhkan tentang segala kekurangan yang dia rasakan–Tapi Hanbin masih melihatnya sebagai seseorang yang memiliki daya tariknya tersendiri.

Jika tidak, mengapa semua wanita bersikeras mengejar Bobby, dan mengabaikan dirinya?

Oh, ketika memikirkanya, dia mungkin memang kalah telak dengan Bobby dalam membuat wanita bergerak tertarik ke arahnya.

“Jika aku tidak cinta denganya, aku sudah meniduri setiap wanita yang berbeda setiap malamnya. Ini komitmen yang aku pegang sejak aku bertemu denganya, aku tidak akan bercinta dengan wanita selain Han Cheonsa.” Mudah saja bagi Bobby untuk mendapatkan wanita yang lebih dari kekasihnya—alasanya sangat sederhana, Bobby terlalu menarik untuk di lewatkan.

“Jenis cinta yang seperti apa? Jenis cinta yang kau rasakan hanya karena dia cantik, atau jenis cinta yang kau rasakan karena kau benar-benar mencintainya?” kata-katanya terdengar berulang-ulang. Bobby mengerutkan keningnya, mungkin terkejut mengapa Hanbin menjadi sangat tertarik dengan hubunganya.

“Karena jika kau benar-benar mencintainya kau tidak akan pernah bisa bersama dengan wanita lain tanpa memikirkanya.”

“Aku selalu memikirkanya.” Jawab Bobby singkat, setelah itu hening—tidak ada yang berbicara. Pintu lift itu akhirnya terbuka, dan Bobby mulai menyusuri langkahnya di lorong itu.

“Aku selalu memikirkanya setiap kali aku bersama dengan wanita lain—tapi ini semua hanyalah ketidakpuasanku terhadap satu hal setelah aku bertemu denganya.” Bobby menggantungkan kata-katanya di udara, dia seperti menimbang-nimbang haruskan dia membicarakan hal ini dengan Hanbin.

“Karena sejak pertama aku bertemu denganya—aku tidak pernah mau mengakui, bahwa pada akhirnya aku tidak akan pernah bisa menemukan wanita lain yang mampu membuatku bertekuk lutut di hadapanya seperti Han Cheonsa,”

“dan akhirnya aku menyadari sesuatu bahwa—aku sangat mencintainya, tidak akan pernah ada wanita lain yang mampu menggantikanya di dalam hidupku.”

Bobby mengakhirinya dengan senyuman yang menerawang ke lorong apartemen itu, apartemen yang telah menjadi saksi bisu percintaanya dengan kekasihnya. Inilah pertama kalinya Bobby mengakui kekalahanya.

Kekalahanya sebagai seorang pria yang terlalu mencintai seorang wanita.

Bobby membuka pintu apartemenya dan membiarkan Hanbin berdiri di ambang pintu, memikirkan kata-katanya tadi tentang hubunganya dengan Cheonsa. Kini dia melihat Bobby memeluk Cheonsa dengan penuh kasih sayang, dan mengecup kening wanita itu dengan lembut.

Detik itu Kim Hanbin akhirnya menyadari sesuatu. Sesuatu yang telah dia lupakan dari semua pertanyaanya selama ini. Ketika dia melihat sahabatnya menatap Han Cheonsa, dia tahu bahwa apa yang di ucapkan Bobby tadi adalah sebuah kebenaran, dia sangat mencintai Han Cheonsa.

Dan tidak akan pernah ada wanita lain yang mampu untuk menggantikan Han Cheonsa di dalam hidupnya, tidak perduli berapa banyak wanita yang menjadi simpananya.

Pada akhirnya Bobby akan kembali ke peraduanya. Karena semua orang akan kembali ke peraduanya di dalam dunia ini, dan untuk Bobby—peraduanya, adalah Han Cheonsa.

Jadi mengapa wanita tetap bertahan dengan pria yang jelas-jelas memiliki puluhan wanita lain di belakangnya?

Karena wanita itu tahu bahwa pada akhirnya sang pria akan tetap kembali kepadanya.

Because love it’s the most sefless thing ever.

.

.

-FIN-

.

.

.

 

Based on a true story from someone I know in real life: I’ll tell you why I cheat. Because I need to. People always say men cheat because they can. It’s easy to cheat, that part is true. But men don’t cheat because they can. Men cheat because they must, because they need to. The truth is, there is always the reason behind it, because love it’s the most sefless thing ever. – Someone 

xo

IJaggys

Advertisements

One thought on “The Most Selfless Thing Ever

  1. hahahaha, aku seriusan datang lagii.
    iya, iya aku tau aku ngerusuh, maapin ane yaa son, tapi aku juga enggak nahan cuman ninggalin like tanpa komen. aku ngerusuh ajalah yaaa, nona besar 😀

    aku enggak tau si kim hanbin-han cheonsa-bobby ini tinggal di dunia bagian mana. yang jelas manusia di sekitar mereka mungkin pada enggak sadar bagaimana sempurnanya seorang kim hanbin hahahaa. aku paling suka bagian bobby jawab pertanyaan hanbin di awal dan buat aku ngerasa bahagia sekali waktu ngebacanya. senang sekali lah nona cheonsa ini punya orang kaya bobby ya, kan. walaupun sering kali mas bobby ini main belakang. aku sukaaa ^^

    thumbs, son! keep writing, yaa 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s