Tootsies—☆

Bobby_tootsies

Brought to you by IJaggys

.

Tootsies—☆

.

Bobby x Han Cheonsa [OC]

.

.

.

“Claiming you don’t want it because it’s out of your reach, is a lie that even you yourself won’t believe. Because you are freaking in love with my lips.”

.

.

.

***

Bobby tidak pernah mau menerima alasan dari kekasihnya.

Saat dia kembali ke apartemen mereka, dan menemukan Han Cheonsa tengah berada di atas sofa coklat kesayanganya—dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium bibir kekasihnya itu.

Masalahnya, Cheonsa bukanlah gadis yang menyukai affection yang di tunjukan oleh Bobby. Dia lebih memilih menyebut dirinya sebagai gadis yang independen dan menyukai sisi dewasa seorang pria.

Jadi hal-hal yang dilakukan Bobby, seperti mencium keningnya setiap pagi—mengecup bibirnya ketika mereka tengah berbicara saat menikmati makan malam, dan pelukan hangat yang di berikan pria itu akan membuat Cheonsa jengkel setengah mati.

Tidak terkecuali detik ini, Bobby merendahkan wajahnya ke arah Cheonsa—lalu dia bisa menyaksikan bagaimana tatapan Cheonsa yang berubah menjadi sedikit jengkel, tapi dia memilih untuk mengacuhkanya dan mencium bibir Cheonsa dengan lembut.

Kekasihnya tidak bereaksi, dia hanya mematung disana—dan membiarkan Bobby mengerjakan semuanya. Melalui raut wajahnya, Bobby bisa menebak dia akan mendapatkan pembicaraan tanpa akhir tentang bagaimana seharusnya dia bersikap sedikit lebih dewasa.

“Aku tidak akan berhenti menciummu hanya karena kau tidak menyukainya. Kau tahu, aku adalah pria yang menyukai hal-hal manis seperti ini.”

Cheonsa menatap kekasihnya dengan gusar. Satu atau dua kali, dia sempat berpikir mengapa dia bisa berakhir dengan pria kekanak-kanakan seperti Bobby. Jauh dari kriterianya.

Oh, God! Look at that face. You look like my next mistake. Definitely.” Bobby mengecup singkat bibir Cheonsa, ketika dia menyadari bahwa kekasihnya itu akan memberikanya kritik tajam.

“Oh baiklah, aku selalu salah. Kau memang tidak pernah menyukaiku, apa ini karena wajahku yang tidak memenuhi ekspetasimu?”

Saat mereka berargumen, Bobby akan memulai argumentasinya dengan menggunakan wajahnya—dan Cheonsa akan menjadi pihak yang tersudut. Bobby melepaskan pelukanya dari Cheonsa dan memunggungi gadis itu.

“Kau sungguh benar-benar ingin memulai argumen ini?”

Bobby tidak menjawab, dia hanya menaikan satu alisnya bersiap mendengarkan satu alasan lagi dari Cheonsa. Si pembuat alasan, keluar dari masalah dengan seribu alasanya. Dia pikir kekasihnya memiliki keahlian bersilat lidah yang menakjubkan.

“Ini bukan masalah wajahmu, atau boneka Winnie The Pooh milikmu yang kumal.”

Bobby menarik nafasnya dengan tidak tertarik, sebentar lagi pasti Cheonsa akan mengeluarkan kata-kata yang paling masuk akal untuk membuatnya berhenti merajuk.

“I went to dentist this morning, and I can’t feel my bottom lip—and I was upset to the fact you keep insisting to kiss me, because I can’t feel your kiss and your magnificent lips. And you’re such a great kisser, I really really love your lips, it’s not like I’m sort of—”

Kata-kata Cheonsa terputus di udara saat dia merasakan Bobby memeluk tubuhnya, dan pria itu mengecupnya dengan lembut walaupun dia tidak bisa merasakan pergerakan di bawah bibirnya.

Bobby tersenyum manis, jenis senyuman yang selalu berhasil membuat wajahnya merona merah tanpa pria itu sadari—Bobby mengecup bibirnya sekali lagi sebelum dia berbisik dengan lembut di telinga Cheonsa.

Claiming you don’t want it because it’s out of your reach, is a lie that even you yourself won’t believe. Because you are freaking in love with my lips.”

Setelah itu dia merasakan wajahnya sedikit memanas, dan suara tawa kemenangan dari Bobby yang berhasil membuatnya merona merah karena perkataanya.

Karena Bobby tidak akan pernah mau menerima alasan dari Han Cheonsa, terutama di bagian bahwa gadis itu sangat mengingikan dirinya.

.

.

.

-THE END-

.

.

a/n: hi this is me IJaggys, the newcomer author in IFI. This is my debut fiction here with Bobby, thankyou for reading! 🙂

xo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s