Hot Doctor

hotdoctor

Written By: IJaggys

Hot Doctor

Junhoe | Bobby | Han Cheonsa [OC]

Romance & Fluff

.

“Hi, I’m Bobby. If you need a love doctor, I have like medicated degree, and you’ve got beautiful veins.–Your Hot Doctor.”

.

***

Ada sebuah kejadian buruk terjadi di hari Valentine. Goo Junhoe, mendorongnya ke tempat sampah agar dia bisa berkenalan dengan seorang cute guy yang berada di kelas seni mereka pagi ini. Junhoe menjelaskan bahwa Cheonsa akan mendapatkan perhatian dari cute guy itu ketika melihatnya terjatuh.

Tapi hal itu berlangsung dengan tidak baik, ketika Junhoe menemukan bahwa sahabatnya itu baru saja mematahkan engsel kaki kirinya—dan membuat Han Cheonsa, si gadis berambut coklat nilon yang luar biasa populer itu, menjerit dan memaki Junhoe dalam bahasa binatang.

“Mungkin ini semua takdirmu, kembali ke tempat sampah.” Junhoe tersenyum tanpa rasa bersalah ketika melihat kaki kiri Cheonsa telah di balut oleh kassa tebal, setengahnya dia merasa sangat senang karena sahabatnya, Cheonsa, si gadis populer yang selalu berpenampilan dead gorgeous itu akhirnya terlihat menyedihkan untuk yang pertama kalinya.

“Pasang ini. Detak jantungmu pasti bermasalah, mean girls[1] sepertimu pasti memiliki masalah hati.” Junhoe menyalakan alat defibrillator[2] dengan asal, dan menemukan detak jantung Cheonsa terlihat normal.

“June si brengsek yang aku sayangi,”

Mendengar umpatan Cheonsa, lantas tak membuat Junhoe merasa terancam dia justru tertawa senang dan mulai memainkan posisi tempat tidur Cheonsa dengan remote pengatur di tangannya.

“Jika kau tidak musnah dari dunia ini, aku akan memusnahkanmu di dalam tempat sampah.”

Junhoe tertawa semakin senang.

“Pfft!—You love me, duh.” Jawabnya seraya memutarkan bola matanya dengan bosan. Perlu di ingat bahwa Junhoe adalah jenis teman yang lebih memilih melihat sahabat terbaiknya menderita, dengan begitu dia bisa menertawakannya dengan keras tepat di depan wajah sahabatnya. Tipikal Goo Junhoe.

“So, what’s the 411 here?”[3] suara seseorang menghentikan kegiatan Cheonsa menjambak rambut Junhoe dengan satu tangannya. Matanya terarah pada seorang pria dengan sneli putih dan stetoskop yang menggantung di lehernya, pria itu masih sibuk membaca catatan medis tentang Cheonsa, yang di berikan suster di meja informasi.

“Oh my god, he is hot.” Bisik Cheonsa kepada Junhoe, yang di balas oleh tatapan menilai dari sahabatnya itu.

“Oh my god, he’s ugly.” Jawab Junhoe, yang sekali lagi mendapatkan jambakan dari Cheonsa, sebelum dokter muda itu mengalihkan pandanganya dari catatan medis Cheonsa.

“Jadi tersandung tempat sampah?” dokter muda itu tersenyum ke arah Cheonsa, satu tangannya menyentuh kaki Cheonsa dengan lembut.

“Kau tahu Dok, kecelakaan terjadi kapan saja. Dia terjatuh ke tempat sampah karena berusaha menarik perhatian seorang pria, pfft—menyedihkan sekali.”

Ingin rasanya dia merobek bibir Junhoe menjadi sepuluh bagian, atau menguncinya di dalam kebun binatang. Tapi dia tidak bisa melakukannya sekarang, tidak ketika matanya masih menjelajah ke wajah dokter muda itu.

“Benarkah? Aku pikir gadis secantikmu tidak pernah berusaha menarik perhatian. Maksudku, kau terlihat menakjubkan, semua pria akan tertarik kepadamu dalam hitungan detik.” Dokter muda itu mengucapkannya dengan sangat kasual, membuat Cheonsa melayang di udara.

Junhoe yang berada di samping Cheonsa mulai mencari nama sang dokter muda tersebut.

“Jadi—hmm, Cheonsa? Mari kita lihat seberapa buruk kau melukai kakimu.” Dengan perlahan dokter itu mulai membuka kassa tebal di kaki Cheonsa, dan tangannya kembali mengelus lembut kaki kiri Cheonsa yang mulai membiru.

Rasa sakit yang di rasakannya menguap begitu saja, kini semuanya terfokus kepada garis wajah dokter muda itu, dan bagaimana dokter muda itu memiliki garis rahang yang sempurna.

“Sekarang, mari kita lihat kelopak matamu. Beberapa kadang meremehkan kaki terkilir, tapi infeksi yang serius bisa datang jika tidak di tangani dengan baik.” Penjelasan dokter muda itu berakhir dengan satu tanganya menyentuh wajah Cheonsa, dan kini jari-jarinya membuka kelopak mata Cheonsa dengan lembut. Junhoe bisa melihat bagaimana Cheonsa berusaha dengan keras untuk menutupi rasa gugupnya, kini wajah sahabatnya itu bahkan sudah bersemu merah.

Tapi itu tidak berlangsung lama ketika sang dokter menemukan hal yang lebih menarik.

“Wow, detak jantungmu melonjak tinggi.” Dokter itu menatap Cheonsa dengan tertarik, wajah Cheonsa yang memerah, dan matanya yang tidak berkedip membuat dokter itu menyentuh keningnya.

“Suhu tubuhmu baik-baik saja, mungkin ini hanya efek dari shock therapy yang kau alami dari kecelakaan kecil di kakimu—“ kata-kata sang dokter terputus ketika dia bisa mendengar suara Junhoe menggema disana.

“Atau mungkin Dok, dia mengalami demam cinta sejak melihatmu memasuki ruangan ini.”

Sialan, brengsek, kebun binatang, Goo Junhoe.

Dokter muda itu menatap Cheonsa dan Junhoe secara bergantian, sebelum dia kembali tertawa lalu membuat detak jantung Cheonsa semakin melonjak tinggi.

“Baiklah Cheonsa, aku akan menuliskan resep obat untukmu, lalu tiga hari lagi kau bisa datang untuk pemeriksaan lebih lanjut—dan kabar baiknya, kau bisa pulang sekarang dan beristirahat di rumah.” Dokter itu tetap berbicara dengan kasual, atau mungkin ini bukan pertama kalinya dia menemukan seorang pasien yang tertarik kepadanya.

Dokter muda itu menyerahkan selembar kertas ke tangan Cheonsa, dan tersenyum manis sebelum mengelus rambut Cheonsa dengan satu tangannya.

“Rest well.” Bisiknya dengan lembut dan berjalan keluar dari ruangan itu. Cheonsa membaca tulisan yang berada di kertas tersebut, dan dia bisa mendengar teriakan Junhoe bahwa detak jantungnya kembali melonjak tinggi.

“Hi, I’m Bobby. If you need a love doctor, I have like medicated degree, and you’ve got beautiful veins.

Your Hot Doctor.”

“ARRRGHHHHHH!!” Suara jeritan Junhoe membuat Bobby menghentikan langkahnya dan kembali ke ruangan itu. Dia melihat Junhoe tengah memegang kakinya, dan mengaduh kesakitan setelah Cheonsa dengan sengaja mendorong tabung oksigen ke kakinya.

“Dok, aku rasa dia harus di rawat di sini, dan aku harus menemaninya.” Ucap Cheonsa dengan ekspresi tak berdosanya, di iringi Bobby yang tersenyum penuh arti, dan membuat Goo Junhoe mengumpat dalam bahasa binatang,

Sialan, brengsek, kebun binatang, Han Cheonsa.

-FIN-

.

.

.

Here’s visual of Han Cheonsa

tumblr_o051ggMoph1v2l6d5o2_540

AW this is so cute. Di buat dalam setengah jam untuk merayakan Valentine bersama Doctor Bobby dan June. Comments and reviews are gladly appreciated!

p.s: I have a new blog contains iKON please do check: catshires 🙂

xo

IJaggys

[1] Popular girls who are bullies and use “girl agression”.
[2] An apparatus used to control heart fibrillation by application of an electric current to the chest wall or heart.
[3] What’s happening/going on.
Advertisements

3 thoughts on “Hot Doctor

  1. aku mau buat lagu judulnya, ‘aku pada sonia’ hahahahahhaa

    ini manis banget, son. antara manis yang bener-benar manis kaya gula-gula yang dijual di kantin sekolahku dulu sama manis yang buat mual karena ngebayangin imutnya cheonsa cari perhatian dokter bobby.

    as always, enggak ada yang bisa ngalahin dialog kamu, ah. aku sukaaaaaa.
    aku sampai ketawa ngakak di bagian, “Oh my god, he is hot.”-Cheonsa dan “Oh my god, he’s ugly.”-Junhoe /terus baru nyadar kalau ini masih subuh dimana anak kosan kamar sebelah masih pada tidur semua/ 😀

    aku sukaaaa pokoknya, keep writing, yaa 🙂 Semangat, Soniaaaaa!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s